PEMERINTAH YANG SEPERTI APA ?

Pemilu Caleg sudah terlewati. Kini, rakyat tinggal dihadapkan dengan pemilihan Capres dan Cawapres yang tentunya diharapkan bisa memimpin ke arah yang lebih baik. Kampanye-kampanye besar akan dikerahkan dengan berbagai rayuan indah agar masyarakat dapat memilih pemimpin yang layak. Lalu, apakah calon-calon tersebut mampu membuktikan janji-janji manisnya kepada rakyat ?

Sebelumnya, pemerintah SBY-JK dilaksanakan dengan visi; (1) terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun serta damai; (2) terwujudnya masyarakat, bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia; (3) terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelajutan. Kemudian misi pemerintahan SBY-JK ialah; (1) menciptakan Indonesia yang aman dan damai; (2) mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis; (3) meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tentu saja tidak semua visi dan misi bisa berjalan mulus. Berbagai macam kendala menyelimuti jalannya pemerintahan SBY-JK. Namun, setidaknya pemerintah SBY mampu membuat Indonesia mengalami berbagai perubahan ke arah yang lebih maju. Sebut saja pemberantasan korupsi secara besar-besaran. Pemerintah mengusahakan pemberantasan korupsi ini menjadi gerakan yang mampu dilakukan secara konsisten, sehingga negara mampu membangun perekonomian secara efektif dan efisien. Terbukti, anggota DPR geger lantaran banyak diantaranya yang diduga bahkan menjadi tersangka korupsi.

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, pemerintah senantiasa melakukan peningkatan skala gaji, baik melalui upah minimum regional maupun peningkatan gaji pegawai. Melalui UU Guru dan Dosen, para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut dijamin kesejahteraannya. Hal ini bertujuan agar para pendidik mampu menjalankan tugasnya dengan baik serta meningkatkan SDM yang unggul dan berkualitas.

Pada tahun 2008, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras ditengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah meraih kesuksesan dalam bidang pangan. Ketika dunia terancam krisis pangan sebagai dampak perubahan iklim, Indonesia justru bernapas lega karena surplus produksi beras.

Ketika pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada bulan Mei lalu, masyarakat dari berbagai daerah langsung bereaksi. Tentu saja mereka menganggap kebijaksanaan tersebut sangat membebani rakyat kecil. Namun, menurut pemerintah hal ini dimaksudkan untuk menjaga perekonomian Indonesia. Putusan menaikkan harga BBM diambil setelah melambungnya harga minyak mentah dunia yang juga mengakibatkan tambahan subsidi BBM sebesar lebih dari Rp 100 triliun.

5 tahun masa jabatan, tentu saja bukan hal yang singkat untuk memperbaiki Indonesia secara sempurna. 5 tahun merupakan proses awal seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungannya dan berusaha semaksimal mungkin membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Begitu juga dengan masa kepemimpinan.

Pemerintah yang seperti apa yang diinginkan rakyat, tentu saja yang mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi. Namun, jika pemerintahan diganti dengan pemimpin baru, tentu saja pemimpin tersebut harus kembali beradaptasi dan bersosialisasi dengan negara ini. Perlu dipertanyakan, apakah pemimpin baru nantinya akan membawa perubahan ke arah yang semakin maju ? (cha)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: